Hari ini tanggal 14 February
Hari valentine
Tapi tak ada yang istimewa
Semuanya biasa saja
Saat masuk kelas
Semua orang terlihat ceria
Terlihat banyak coklat dan bunga
Serta wajah-wajah malu
Semua terasa biasa
Tak ada yang berbeda
Bagiku...
Namun...
Saat bel pulang berbunyi
Hari ini mulai terasa berbeda
Karena ada coklat dan bunga
Untukku
Seorang pangeran datang
Memberi hadiah istimewa
Untukku seorang
Di hari valentineku..
Hari valentine
Tapi tak ada yang istimewa
Semuanya biasa saja
Saat masuk kelas
Semua orang terlihat ceria
Terlihat banyak coklat dan bunga
Serta wajah-wajah malu
Semua terasa biasa
Tak ada yang berbeda
Bagiku...
Namun...
Saat bel pulang berbunyi
Hari ini mulai terasa berbeda
Karena ada coklat dan bunga
Untukku
Seorang pangeran datang
Memberi hadiah istimewa
Untukku seorang
Di hari valentineku..
Setiap malam
Setiap ku berdiri di samping jendela
Setiap ku melihat langit
Ku terpesona...
Melihatmu, kawan
Kau begitu indah
Begitu cantik dan menawan hati
Kau dapat memikatku
Dengan sentuhan cahayamu
Menghias langit tiap malam
Mendampingi bulan tanpa lelah
Menerangi langit tanpa henti
Juga menemaniku
Menemaniku saat senang dan sedih
Menemaniku kala suka dan duka
Menemani saatku mengalami masalah
Terima kasih kawan
Terima kasih bintang
Dan terima kasih Tuhan
Kar'na telah menciptakan bintang untukku
Setiap ku berdiri di samping jendela
Setiap ku melihat langit
Ku terpesona...
Melihatmu, kawan
Kau begitu indah
Begitu cantik dan menawan hati
Kau dapat memikatku
Dengan sentuhan cahayamu
Menghias langit tiap malam
Mendampingi bulan tanpa lelah
Menerangi langit tanpa henti
Juga menemaniku
Menemaniku saat senang dan sedih
Menemaniku kala suka dan duka
Menemani saatku mengalami masalah
Terima kasih kawan
Terima kasih bintang
Dan terima kasih Tuhan
Kar'na telah menciptakan bintang untukku
Beli bawang diwadah plastik
beli terigu dan juga lada
Memang sayang engkau tak cantik
Tapi bagiku kau sempurna
Pohon kelapa pohon kapas
Tumbuh berdampingan tampak menyatu
Biar saja aku dibilang malas
Karena yang bisa aku kerjakan hanya mencintaimu
Ketika batu bersanding dengan bata
Ketika itu peradaban jauh lebih maju
Cinta bagiku sangat sederhana
Yaitu ketika aku berjumpa denganmu
B.
Beribu-ribu pohon beringinhanya satu si pohon randu
saat malam terasa dingin
hanya wajahmu yang aku rindu
Anak harimau makan sapi
daging sapi belum dicuci
saat kamu jauh di sisi
Dunia ini terasa sepi
layang-layang terbang melayang
terbang melayang sampai tinggi
kalau siang terbayang-bayang
kalau malam terbawa mimpi
buah salak baru dipetik
buah dukuh buah delima
ada banyak wanita cantik
cuma kamu yang aku cinta
Anak harimau naik perahu
Maukah kamu jadi pacark
C.
Pergi ke pasar memberi bukutidak lupa jajan mie ayam
sebagai bukti rasa cintaku
nih, aku rela makan tai ayam
Nonton bola di malam rabu
saking ngantuk akhirnya bobo
karena aku sayang padamu
nih, aku kirimkan setumpuk tai kebo..
D.
Kelap-kelip lampu diskotik
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik (Ingat-ingat empat sehat lima sempurna, ting)
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik (Ingat-ingat empat sehat lima sempurna, ting)
Bukan lebah sembarang lebah
Lebah bersarang dibuku buluh
Bukan sembah sembarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh
Pantun Agama
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa
Pantun Budi
Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas
Pantun Jenaka
Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm
Pantun Kepahlawanan
Redup bintang haripun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang ditolak
PANTUN MAHAKAM
Orang kaya banyak berharta
Ke Sumatra setiap tahun
Bismillah saya membuka kata
Berseni sastra membuat pantun
*
Daun ilalang pucuknya mati
Buah pisang berwarna hitam
Pantun dikarang penghibur hati
Turut kembangkan budaya Etam
*
Daun ilalang taruh di topi
Daun Kurma ditambah lagi
Pantun kukarang di malam sepi
Kala purnama telah meninggi
*
Ambil paku di Kota Raja
Di Kota Raja mendapat intan
Wahai saudaraku di mana saja
Pantun kukarang untuk kalian
BUDAYA ETAM
Jalan-jalan sekitar taman
Jangan patahkan mawar berduri
Wahai kawan sesama seniman
Mari lestarikan budaya Etam
*
Anak badak mencari makan
Anak ketam di dalam tanah
Kalau tidak dilestarikan
Budaya Etam pastilah punah
*
Minum susu memakai rantang
Tumpah di bantal di atas tilam
Anak cucu di masa datang
Tidak kenal budaya Etam
*
kalau tilam sudahlah basah
Jemur sekarang di atas atap
Budaya etam sangatlah indah
Sungguh sayang, janganlah lenyap
*
terbang rendah burung peragam
Dari huma terbang ke hutan
Budaya daerah beraneka ragam
Mari bersama kita lestarikan
*
main gasing janganlah rebah
Memakai tali pelepah pisang
Budaya asing sudah merambah
Budaya asli janganlah hilang
*
Mari menyanyi sambil menari
Suara dua tinggi dan rendah
Budaya negeri tetap lestari
Negeri kita semakin indah
*
Air terjun bertangga dua
Tempat gadis mencuci kain
Syair, pantun, serta mamanda
Juga masih banyak yang lain
*
Buah kelat waktu dirasa
Meludah lagi kalau tak nyaman
Wahai pejabat serta pengusaha
Bantulah kami para seniman
*
Pohon kurma sebesar paha
Pohon Kemiri tidak berduri
Mari bersama kita berusaha
Mmembangun seni negeri sendiri
*
Anak cecak mencari makan
Bersembunyi di bawah papan
Orang bijak pasti pikirkan
Hari ini dan masa depan
*
Ada ikan namanya tenggiri
Ikan dibawa ke Muara Kaman
Melestarikan budaya negeri
Bukanlah hanya tugas seniman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar